Bantul, 10 Oktober 2026 – Dalam upaya memperkuat kompetensi akademik dan kemampuan penelitian mahasiswa, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta menjalin kolaborasi akademik dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup melalui kegiatan Pelatihan Analisis SEM-PLS untuk Variabel Psikolinguistik. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.
Pelatihan ini menghadirkan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STITMA Yogyakarta, Zulkifli Hayad, M.Pd., sebagai pemateri. Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh Raisha Febbyola, mahasiswa IAIN Curup, yang bertugas sebagai moderator. Pertemuan akademik ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam memperluas wawasan keilmuan sekaligus memberikan penguatan terhadap keterampilan metodologis mahasiswa, khususnya dalam bidang penelitian pendidikan bahasa Arab.
Topik yang diangkat dalam pelatihan ini berfokus pada penggunaan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis variabel-variabel dalam kajian psikolinguistik. Pemilihan topik tersebut memiliki relevansi dengan perkembangan penelitian bahasa yang semakin memperhatikan keterkaitan antara aspek kebahasaan dan faktor psikologis yang memengaruhi proses pembelajaran maupun pemerolehan bahasa.

Mengenal SEM-PLS dan Relevansinya dalam Penelitian Psikolinguistik
SEM-PLS merupakan salah satu pendekatan analisis statistik multivariat yang dapat digunakan untuk menguji hubungan antarkonstruk atau variabel dalam sebuah model penelitian. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menganalisis beberapa hubungan variabel secara bersamaan, termasuk variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (konstruk laten) dan memerlukan sejumlah indikator sebagai alat pengukuran.
Dalam penelitian pendidikan bahasa Arab, pendekatan SEM-PLS dapat dimanfaatkan untuk mengkaji berbagai fenomena yang berkaitan dengan aspek psikologis peserta didik. Beberapa di antaranya meliputi motivasi belajar, kepercayaan diri, kecemasan berbahasa (language anxiety), kesenangan dalam belajar bahasa (Foreign Language Enjoyment), serta sikap dan persepsi terhadap pembelajaran bahasa Arab.
Kajian terhadap variabel-variabel tersebut menjadi penting karena keberhasilan pembelajaran bahasa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kosakata, tata bahasa, maupun keterampilan berbahasa. Faktor psikologis juga turut berperan dalam membentuk pengalaman belajar, keterlibatan, dan respons peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
Melalui pengenalan pendekatan SEM-PLS, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa pemilihan teknik analisis data perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik variabel, serta model konseptual yang dikembangkan. Dengan demikian, penggunaan metode statistik bukan sekadar memenuhi kebutuhan teknis penelitian, melainkan menjadi bagian dari upaya menghasilkan temuan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.


Memperluas Wawasan Metodologi dan Kualitas Penelitian Mahasiswa
Kemampuan dalam memahami metodologi penelitian merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa, khususnya ketika memasuki tahap penyusunan tugas akhir. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu merumuskan permasalahan dan menyusun landasan teori, tetapi juga perlu menentukan pendekatan penelitian serta teknik analisis data yang tepat.
Dalam konteks tersebut, pengenalan terhadap SEM-PLS dapat menjadi tambahan wawasan bagi mahasiswa yang tertarik mengembangkan penelitian kuantitatif dengan model hubungan antarvariabel yang lebih kompleks. Pemahaman terhadap karakteristik metode analisis diharapkan membantu mahasiswa menghindari kesalahan dalam menentukan teknik pengolahan data maupun menafsirkan hasil penelitian.
Selain itu, penguasaan metodologi yang baik dapat mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam membaca hasil penelitian terdahulu, mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap), serta mengembangkan pertanyaan penelitian yang relevan dengan perkembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Arab.
Penguatan kompetensi semacam ini juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas akhir, tetapi juga pada kualitas proses dan hasil penelitian.
Membangun Jejaring Kolaborasi Akademik Antarkampus
Pelaksanaan pelatihan secara daring menunjukkan bahwa keterbatasan jarak dan lokasi tidak menjadi penghalang bagi perguruan tinggi untuk membangun ruang belajar bersama. Melalui platform Zoom Meeting, mahasiswa STITMA Yogyakarta dan IAIN Curup dapat terhubung dalam satu forum akademik untuk memperluas wawasan dan memperoleh perspektif keilmuan dari lingkungan perguruan tinggi yang berbeda.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun jejaring akademik yang produktif antara institusi pendidikan tinggi. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarkampus memiliki nilai strategis dalam memperkaya proses pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber keilmuan, serta membuka peluang kerja sama dalam pengembangan penelitian pada masa mendatang.
Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STITMA Yogyakarta, keterlibatan Ketua Program Studi sebagai pemateri dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen dalam pengembangan kompetensi akademik mahasiswa lintas perguruan tinggi. Peran dosen tidak hanya terbatas pada pelaksanaan pembelajaran di lingkungan institusinya sendiri, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam forum akademik yang lebih luas.
Melalui kegiatan Pelatihan Analisis SEM-PLS untuk Variabel Psikolinguistik, diharapkan mahasiswa STITMA Yogyakarta dan IAIN Curup semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan penelitian, memperluas perspektif metodologis, serta menghasilkan karya ilmiah yang sistematis dan berkualitas.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan akademik antarlembaga pendidikan tinggi. Sebab, pengembangan ilmu pengetahuan tidak hanya tumbuh melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui keterbukaan untuk berbagi gagasan, membangun jejaring, dan belajar bersama dalam lingkungan akademik yang lebih luas.

Penulis: Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, S.Ag., M.Pd.
Editor: Hafidza Azzahra Qurrota Aini, S.Pd.
