Bantul, 7 November 2026 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STIT Madani Yogyakarta, Aufaditama Rytya Putra, berkesempatan menjadi pemateri dalam kegiatan Diskusi Ilmiah ITHLA DPT LITBANG Pertemuan ke-11 yang diselenggarakan oleh ITHLA Dewan Pimpinan Wilayah III Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY), Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini mengusung tema “Satu Mimbar, Sejuta Pemikiran” dengan materi pembahasan “Variasi dan Status Sosial Bahasa”.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jateng-DIY. Forum ini menjadi salah satu ruang akademik bagi mahasiswa Bahasa Arab untuk memperluas wawasan kebahasaan, bertukar gagasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui diskusi ilmiah. Kehadiran mahasiswa PBA STIT Madani Yogyakarta sebagai pemateri juga menjadi bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan keilmuan yang melibatkan mahasiswa lintas perguruan tinggi.
Mengkaji Variasi Bahasa dalam Perspektif Sosial
Dalam pemaparannya, Aufaditama Rytya Putra mengangkat pembahasan mengenai variasi bahasa dan hubungannya dengan status sosial dalam kehidupan masyarakat. Topik ini menjadi bagian penting dalam kajian sosiolinguistik, yaitu bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dan masyarakat.
Pembahasan diarahkan pada pemahaman bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga berkaitan erat dengan identitas, latar belakang, dan kedudukan sosial penuturnya. Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan lingkungan, kelompok sosial, serta situasi komunikasi dapat memengaruhi cara seseorang menggunakan bahasa.
Variasi bahasa tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam masyarakat bersifat dinamis dan tidak terlepas dari konteks sosial. Oleh karena itu, mempelajari bahasa tidak cukup hanya dengan memahami struktur dan kaidah kebahasaannya, tetapi juga perlu memperhatikan faktor-faktor sosial yang melatarbelakangi penggunaannya.
Bagi mahasiswa Bahasa Arab, pemahaman ini memiliki relevansi tersendiri. Bahasa Arab yang digunakan dalam berbagai lingkungan dan situasi komunikasi juga memperlihatkan keberagaman bentuk penggunaan bahasa. Dengan memahami hubungan antara bahasa dan kondisi sosial, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas dalam mengkaji fenomena kebahasaan.

Diskusi dan Tanya Jawab, Ruang Bertukar Gagasan
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, maupun tanggapan terhadap materi yang telah dipaparkan.
Interaksi antarpeserta menjadikan diskusi berlangsung lebih dinamis. Berbagai pertanyaan dan tanggapan menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai variasi bahasa serta keterkaitannya dengan realitas sosial di masyarakat. Selain memperkaya perspektif keilmuan, sesi ini juga mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan pendapat dan membangun argumentasi secara ilmiah.
Melalui diskusi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dari pemateri, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pertukaran pemikiran dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.
Mendorong Partisipasi Mahasiswa dalam Forum Keilmuan
Keikutsertaan Aufaditama Rytya Putra sebagai pemateri dalam Diskusi Ilmiah ITHLA DPT LITBANG Pertemuan ke-11 menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa PBA STIT Madani Yogyakarta dalam kegiatan akademik di luar lingkungan kampus. Kesempatan ini memberikan pengalaman dalam menyampaikan gagasan, mengembangkan wawasan keilmuan, serta membangun komunikasi akademik dengan sesama mahasiswa Bahasa Arab.
Partisipasi dalam forum ilmiah semacam ini juga menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang penguasaan keilmuan, komunikasi, dan keberanian menyampaikan pemikiran secara terstruktur. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi perkuliahan, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk mengaktualisasikan pengetahuan melalui kegiatan diskusi, kajian, maupun forum akademik lainnya.

Memperkuat Budaya Akademik Mahasiswa PBA
Penyelenggaraan Diskusi Ilmiah ITHLA DPT LITBANG menjadi salah satu upaya membangun budaya akademik dan memperluas jejaring keilmuan di kalangan mahasiswa Bahasa Arab. Melalui forum yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pertukaran gagasan dapat berlangsung lebih luas dan membuka kesempatan untuk saling belajar serta mengembangkan perspektif keilmuan.
Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STIT Madani Yogyakarta, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah seperti ini menjadi bagian positif dari pengembangan kapasitas akademik mahasiswa. Diharapkan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peran dalam forum keilmuan, aktif menyampaikan gagasan, dan berkontribusi dalam pengembangan kajian bahasa Arab.
Penulis: Aufaditama Rytya Putra (231.372.103)
Editor: Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, S.Ag., M.Pd
